Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Indonesia, meraih prestasi gemilang setelah berhasil melewati serangkaian penilaian akreditasi internasional dari AQAS (Agency for Quality Assurance through Accreditation of Study Programs), lembaga penjaminan mutu pendidikan tinggi di Jerman.
Hasil penilaian tersebut menunjukkan bahwa program studi ini memenuhi Standar dan Pedoman Jaminan Kualitas sesuai dengan European Higher Education Area (ESG).
Akreditasi AQAS adalah proses penilaian dan pengakuan resmi terhadap kualitas program studi pada perguruan tinggi, dan keberhasilan PKK melalui proses ini menegaskan kualitasnya yang telah diakui secara internasional.
Akreditasi ini merupakan hasil dari proses penilaian yang dimulai pada pertengahan tahun 2022 dan melibatkan berbagai aspek kualitas program studi, termasuk kurikulum, profil lulusan, data tracer study, applied didactic, prosedur magang, kesempatan mahasiswa belajar di luar negeri, dan beban kerja dosen.
Salah satu poin utama dalam keberhasilan ini adalah pengembangan kurikulum yang responsif terhadap globalisasi. Kurikulum PKK mengacu pada Kerangka Kualifikasi Kurikulum Nasional (KKNI) dan kurikulum terbaru Universitas Pendidikan Indonesia. Dalam upaya menjawab isu global, perubahan kurikulum dari 2013 ke 2018 mencakup penambahan mata kuliah seperti Literasi ICT dan Media Pembelajaran serta Komputer Terapan.
Profil lulusan PKK juga mencatatkan pencapaian yang membanggakan. Alumni program ini tidak hanya menjadi guru di sekolah, tetapi juga instruktur pelatihan di industri terkait dan guru pengasuhan anak di daycare. Sebagian besar alumni tetap berkarir sebagai pendidik, sementara beberapa lainnya merambah ke dunia wirausaha atau melanjutkan studi ke pascasarjana hingga menjadi dosen.
Sementara itu, aspek applied didactic dalam kurikulum PKK menonjolkan fokus pada studi Home Economics Education dan kelompok mata kuliah didaktif atau pedagogik, termasuk strategi pembelajaran, media pembelajaran, evaluasi, dan perencanaan pembelajaran.
Prosedur magang atau praktik industri di program ini juga mendapat sorotan positif. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk memilih tempat magang sesuai dengan bidang keahlian mereka, dengan kerjasama antara program studi dan industri terkait. Hal ini memberikan mahasiswa pengalaman komprehensif secara teori dan praktik di industri atau lembaga terkait.
Program Studi PKK juga memperlihatkan komitmen terhadap internasionalisasi. Dengan adanya mahasiswa internasional dari Universitas Gunma dan inisiatif Program Summer Course, mahasiswa PKK memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman internasional melalui berbagai program dan kegiatan.
Namun, tantangan yang dihadapi program ini adalah beban kerja dosen yang mencapai 12 hingga 16 SKS. Meskipun demikian, program ini berupaya untuk mengatasi hal ini dengan penambahan jumlah dosen sesuai dengan aturan dan kebijakan universitas.
Akreditasi ini memiliki masa berlaku hingga 30 September 2028, menandakan konsistensi dan komitmen Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lulusan yang berkualitas.







