Bandung, 19 Juni 2024 – Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menyelenggarakan workshop bertajuk “Digital Learning for Education Challenges” pada Rabu, 19 Juni 2024, bertempat di Hotel Hemangini, Bandung. Workshop ini menghadirkan narasumber internasional, Miss Thosporn Sangsawang, Ph.D., seorang Asisten Profesor dari Rajamangala University of Technology Thanyaburi, Thailand, yang dikenal memiliki pengalaman luas dalam penerapan teknologi digital dalam pembelajaran.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dosen Prodi PKK UPI dan bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus memperdalam pemahaman mengenai penggunaan teknologi digital dalam pendidikan. Hal ini menjadi penting mengingat pesatnya perkembangan teknologi di era modern yang menuntut institusi pendidikan untuk beradaptasi agar dapat terus relevan dan memberikan pengalaman belajar terbaik bagi para mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Miss Thosporn menekankan bahwa pembelajaran digital bukan hanya tentang penggunaan perangkat digital semata, tetapi juga menyangkut integrasi strategi pengajaran berbasis teknologi yang efektif. Ia membagikan berbagai studi kasus dari Thailand, termasuk pengalaman sukses dan tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan digital learning di institusi pendidikan.
Adapun beberapa topik utama yang dibahas dalam workshop ini mencakup:
- Penggunaan platform digital untuk mendukung pembelajaran yang lebih aktif dan kolaboratif.
- Penerapan teknologi dalam memenuhi kebutuhan siswa dengan latar belakang dan gaya belajar yang beragam.
- Strategi menghadapi kendala teknis dan non-teknis dalam penerapan pembelajaran digital.
- Penyusunan kurikulum yang responsif terhadap perkembangan teknologi.
Selama sesi berlangsung, para dosen Prodi PKK UPI menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi interaktif dan berbagi pengalaman mengenai penggunaan teknologi dalam pengajaran di kelas. Selain memperkaya wawasan, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara dosen dan narasumber internasional untuk mengembangkan inovasi pengajaran.
Ketua Prodi PKK UPI mengungkapkan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kompetensi dosen di bidang teknologi pendidikan. "Kami berharap para dosen dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk menciptakan metode pembelajaran yang lebih relevan dan inovatif. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna di era digital," ujarnya.
Dengan keberhasilan pelaksanaan workshop ini, Prodi PKK UPI terus menunjukkan komitmennya dalam memanfaatkan kemajuan teknologi guna menghadapi tantangan pendidikan global. Para dosen diharapkan dapat menjadi pelopor dalam implementasi digital learning, sehingga mampu mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat internasional.







