Peran perempuan dalam lingkungan keluarga seringkali menjadi faktor kunci dalam perekonomian. Kemampuan dan keterampilan perempuan dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada kesejahteraan rumah tangga. Namun, pasca bencana yang melanda Cianjur pada tahun 2022, sebagian besar pendapatan keluarga terganggu, dan usaha-usaha seperti warung makan, toko, dan kebutuhan keluarga mengalami penurunan yang berdampak signifikan.
Masyarakat Cianjur bersatu dalam upaya untuk mengatasi tantangan ini dan memulihkan perekonomian keluarga mereka. Bantuan-bantuan seperti sembako, bantuan uang tunai, dan program-program khusus telah diadakan untuk membantu memulihkan perekonomian. Namun, salah satu inisiatif yang patut dicontohkan adalah aksi sukarela yang dilakukan oleh Dr. Yani Achdiani, M.Si, yang juga merupakan ketua Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), serta beberapa dosen dari Universitas Pendidikan Indonesia, terutama Dosen Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Mereka menjadi relawan di Desa Bunisari, Kecamatan Warungkondang, pada Sabtu, 19 Agustus 2023.
Kegiatan ini berfokus pada penyuluhan tentang seni makrame dan melibatkan beberapa mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) semester 5 yang memiliki konsentrasi Prakarya. Tema kegiatan ini adalah "Peran Perempuan Sebagai Pelopor Pemulihan Ekonomi Keluarga Pasca Bencana di Cianjur," yang diambil dari latar belakang dampak bencana tahun lalu terhadap perekonomian keluarga di Cianjur.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari tridharma perguruan tinggi dan kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat Desa Bunisari, Kecamatan Warungkondang, Cianjur. Selama kegiatan, penyuluhan berfokus pada pembuatan kreasi makrame, yaitu kerajinan yang menggunakan teknik simpul dari benang atau tali. Produk makrame yang ditunjukkan mencakup tas tali dan gantungan kunci yang dapat dibuat dengan mudah oleh perempuan dan ibu rumah tangga di desa tersebut.
Kreasi makrame ini memiliki tujuan lebih dari sekadar kegiatan seni. Mereka juga bertujuan sebagai sarana terapi untuk membantu pemulihan pasca trauma dan dapat dijadikan usaha yang berkelanjutan dengan nilai jual. Demonstrasi pembuatan makrame oleh dosen dan mahasiswa diikuti dengan antusias oleh perempuan yang hadir, dengan buku panduan yang memudahkan mereka dalam praktiknya.
Salah satu warga yang mengikuti penyuluhan mengucapkan terima kasih atas ilmu yang diberikan. Dosen dan mahasiswa merasa senang dan bangga karena kegiatan penyuluhan tentang seni makrame ini berhasil dan sukses dalam membangkitkan perekonomian keluarga bersama perempuan tangguh di Cianjur.
Sebagai bukti keberhasilan kegiatan ini, tim Pengabdian Kepada Masyarakat di Cianjur melakukan dokumentasi. Dosen dan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Universitas Pendidikan Indonesia, berharap bahwa kegiatan ini dapat membantu perempuan dalam lingkup keluarga untuk berwirausaha dan mengatasi tantangan ekonomi.
Inisiatif seperti penyuluhan tentang seni makrame ini membuktikan bahwa dengan kolaborasi antara pendidikan, masyarakat, dan pemangku kepentingan, kita dapat mendorong pemulihan ekonomi pasca bencana dan memberdayakan perempuan untuk menjadi pelopor dalam menghadapi tantangan ekonomi yang dihadapi oleh keluarga di Cianjur. Semoga keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi untuk upaya serupa di daerah lain.







