Dalam rangka meningkatkan kompetensi Dosen dan Mahasiswa, Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga menggelar Pelatihan Mbatik Malam Dingin pada hari Senin, 6 April 2019. Kegiatan tersebut dipimpin oleh seorang narasumber praktisi batik dari Studio Textile DooddieCrafts yaitu Bapak Doddie K. Permana yang telah malang melintang dalam dunia batik dan Textile Design.
Peserta pelatihan terdiri dari 10 orang Dosen Prodi PKK FPTK UPI, 9 orang mahasiswa angkatan 2016, dan 10 orang mahasiswa angkatan 2017 yang mengambil bidang keahlian Craftmanship.
Bapak Doddie yang menjadi instruktur, dibantu oleh 3 orang mahasiswa sebagai asisten sekaligus instruktur dalam kegiatan tersebut mengajarkan Pelatihan Melukis Kain dengan Teknik Mbatik Malam Dingin dan Teknik Transfer Painting.
Teknik Mbatik Malam Dingin tidak seperti kegiatan membatik pada umumnya, yakni yang biasanya menggunakan malam (lilin) kemudian dipanaskan. namun pelatihan ini menggunakan lilin dingin/gutha sehingga lebih aman digunakan dan memperoleh inovasi baru dalam membatik
Malam dingin dapat dibuat menggunakan bubuk gutha tamarin yang diperoleh dari biji buah asam yang dihaluskan. Proses pengolahannya juga mudah dilakukan yaitu dengan mencampur bubuk asam dan air panas. Setelah itu, tambahkan sedikit lemak nabati (margarin) kemudian aduk sampai kental hingga menjadi seperti pasta.
Sementara itu, teknik transfer painting menggunakan pewarna khusus yang diaplikasikan ke kertas, kemudian dipindahkan ke kain dengan cara dipanaskan menggunakan setrika. Teknik ini dapat dilakukan dengan pewarna jenis sublimasi atau disperse.
Kegiatan Pelatihan Mbatik ini diawali dengan do'a dan sambutan dari Ketua Program Studi PKK FPTK UPI Ibu Dr. Yoyoh Jubaedah, M.Pd., serta sambutan dari ketua pelaksana kegiatan yaitu Ibu Dra. Tati, M.Si. Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi pematerian dan praktik yang di pimpin oleh Narasumber, Bapak Doddie.
Kegiatan Praktik diawali dengan menggambar beberapa desain pada kertas HVS dengan ketebalan 70gr yang kemudian diwarnai dengan pewarna dispersi, kemudian dikeringkan dan di-transfer-kan ke kain dengan cara meletakan kertas desain dengan posisi mirror diatas kain poliester yang dilapis dengan kertas minyak/wajit untuk kemudian disetrika.
Praktik dilanjutkan dengan kegiatan Mbatik Malam Dingin. Mula-mula kain yang telah berpola dibentangkan pada frame yang sesuai, lalu diberi malam dingin dalam botol bercorong sembari mengikuti pola, setelah lilin kering barulah dapat diwarnai dengan berbagai metode pewarnaan yakni pewarnaan dispersi yang harus dipanaskan, pewarnaan reaktif yang harus dikukus menggunakan kertas koran, dan atau menggunakan pewarna pigmen. setelah diberi warna, selanjutnya kain dicuci untuk memastikan hasil akhir warna yang nampak pada kain.
Rangkaian Kegiatan Pelatihan Mbatik Malam Dingin ini cukup memakan waktu, sehingga acara selesai pada pukul 18.00 WIB.







