Menghadapi Era Society 5.0: Bagaimana Generasi Z Menyongsong Dunia Kerja Masa Depan?

By. Admin in Berita

Menghadapi Era Society 5.0: Bagaimana Generasi Z Menyongsong Dunia Kerja Masa Depan?

Bandung, Senin (30/10/2023) - Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar acara kuliah umum yang mengupas dua tema penting, "Issues and Challenges in Era 5.0" serta "Character Building Untuk Generasi Z." Acara ini dipandu dengan penuh semangat oleh moderator terampil, Nenden Rani Rinekasari, SP., M.Pd.

Dalam kuliah umum berjudul "Issues and Challenges in Era 5.0," Assoc. Prof. Ts. Dr. Affero Bin Ismail membagikan wawasan mendalam tentang Era 5.0 dan terutama konteks Industry 5.0. Beliau adalah Head of Centre of Industry UTHM-Labtech Digital Innovation Centre, Coordinator for UNEVOC Centre, UTHM, serta Affiliate Researcher di Malaysia Research Institute for Vocational Education and Training (MyRIVET). Kuliah umum ini mengulas pentingnya Industry 5.0 dalam evolusi industri modern dan mengacu pada artikel yang terbit pada tahun 2021 oleh European Commission yang berjudul "Industry 5.0: Towards a sustainable, human-centric and resilient European industry."

Poin-poin utama yang dibahas dalam kuliah umum ini mencakup peran European Commission dalam meresmikan Industry 5.0 pada tahun 2021, dasar-dasar yang diletakkan oleh dua workshop pada tahun 2020, serta penekanan pada keberlanjutan, pendekatan berpusat pada manusia, dan ketahanan organisasi sebagai nilai-nilai inti dalam Industry 5.0.

Industry 5.0 mengisi celah yang ditinggalkan oleh paradigma sebelumnya, dengan fokus pada isu-isu sosial dan lingkungan yang sejalan dengan inovasi teknologi.

Selain itu, tema "Character Building untuk Generasi Z" dipandu oleh Dr. Uswatun Hasanah, M.Si, Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta. Dalam kuliah umum ini, Dr. Uswatun Hasanah mengulas perbedaan karakteristik Generasi Z dalam dunia kerja dan kehidupan sosial. Beliau merinci hasil dari artikel "Four Reasons Generation Z will be the Most Different Generation" yang ditulis oleh Ryan Jenkins pada tahun 2017.

Beberapa poin utama yang dibahas meliputi ekspektasi, preferensi, dan pandangan unik Generasi Z, yang menghadirkan tantangan dan peluang baru bagi organisasi. Generasi Z juga diakui memiliki karakter yang beragam, global, dan berdampak pada budaya serta sikap masyarakat umum. Mereka dikenal sebagai generasi yang melek teknologi, kreatif, dan senang berekspresi. 

Sensus penduduk pada tahun 2020 menunjukkan bahwa Generasi Z adalah kelompok terbesar di Indonesia, yang menegaskan pentingnya memahami karakter dan kebutuhan mereka dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan pekerjaan. Profesi baru yang dipegang Generasi Z, seperti youtuber dan tiktokers, mencerminkan dampak teknologi digital dalam kehidupan mereka.  Mereka juga memiliki enam soft skills yang penting, termasuk public speaking, kepekaan sosial, leadership, critical thinking, time management, dan kekuatan mental.

Kuliah umum ini mengidentifikasi tujuh karakter utama Generasi Z, seperti yang dijelaskan oleh David Stillman dan Jonah Stillman dalam buku mereka "Gen Z Work: How The Next Generation is Transforming the Workplace." Karakter-karakter ini, seperti "Figital" dan "Do it yourself (DIY)," menjadi pondasi untuk membangun karakter yang kuat pada Generasi Z.

Acara ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan dihadiri oleh mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, khususnya angkatan 2023. Materi informatif dan inspiratif dari kedua pembicara, Assoc. Prof. Ts. Dr. Affero Bin Ismail dan Dr. Uswatun Hasanah, M.Si, diharapkan akan memberikan pemahaman mendalam tentang Era 5.0 dan karakter Generasi Z, yang akan memimpin perubahan di masa depan.