Fatimah Azzahra: Dari Kegagalan SBMPTN 2018 Hingga Meraih Nilai Terbaik di FPTK UPI

By. Admin in Berita

Fatimah Azzahra: Dari Kegagalan SBMPTN 2018 Hingga Meraih Nilai Terbaik di FPTK UPI

Bandung, 12 Oktober 2023 - Keberhasilan dapat diraih melalui perjalanan yang penuh lika-liku, seperti yang dialami oleh Fatimah Azzahra, mahasiswa Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga di Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Meskipun awalnya tidak lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada tahun 2018, kini dia berhasil meraih nilai terbaik tingkat program studi dan fakultas.

Fatimah Azzahra membagikan kisahnya, mengungkapkan bahwa pada tahun 2018, setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas, dia mengalami kegagalan dalam seleksi SBMPTN dan jalur undangan. Kegagalan tersebut membuatnya merasa down dan gagal. Namun, dengan tekad yang kuat, dia terus belajar dengan giat untuk mewujudkan cita-citanya. Pada tahun 2019, usahanya membuahkan hasil ketika dia diterima di UPI melalui jalur SBMPTN dan masuk ke Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga.

Dalam perjalanannya menempuh pendidikan tinggi, Fatimah menghadapi berbagai lika-liku. Namun, dia memandangnya sebagai pemanis perjalanan perkuliahan. Dia merasa sangat senang dengan dukungan dan ilmu yang diberikan oleh dosen-dosen Prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Mata kuliah yang disampaikan, seperti ilmu gizi, pembuatan busana, layanan anak dan lansia, sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari dan dapat diaplikasikan pada lingkungan keluarga dan masyarakat.

Puncak kesuksesan Fatimah tercapai pada Agustus 2023, ketika dia dinyatakan lulus dengan nilai sidang yang sangat memuaskan, menjadi peraih nilai tertinggi tingkat program studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Prestasinya tidak hanya berhenti di situ, melainkan juga meraih nilai terbaik di satu fakultas, yaitu FPTK UPI.

Fatimah Azzahra bersyukur atas dukungan yang diterima dari berbagai pihak. Ia menyampaikan terima kasih kepada orang tua, para dosen Prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, dan semua yang turut memberikan doa dan support. Ia menekankan bahwa kegagalan pada tahun 2018 menjadi pendorong semangat untuk terus berusaha dan memiliki tekad yang kuat.

Dalam penutup, Fatimah memberikan pesan berharga bahwa setiap kegagalan adalah peluang untuk bangkit. Selalu ada pelangi setelah badai dan secercah harapan di balik sedihnya kegagalan. Pesan positif ini menjadi inspirasi bagi mereka yang mungkin sedang mengalami tantangan serupa.