Evaluasi Kurikulum Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FPTK UPI

By. Admin in Berita

Evaluasi Kurikulum Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FPTK UPI

BANDUNG, 9 Mei 2023 - Hari Selasa, di Ruang Rapat Selatan Gedung Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), telah dilaksanakan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) yang membahas evaluasi kurikulum Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Acara ini dibuka oleh Ibu Nenden, pembawa acara, yang kemudian mempersilakan Pak Dedi, Wakil Dekan Bidang Akademik FPTK UPI, untuk memberikan arahan dan membuka acara secara resmi.

Pada awal acara, Pak Dedi mengungkapkan pentingnya evaluasi kurikulum program studi yang telah berjalan selama 5 tahun, meskipun pada tahun 2021 telah mengalami restrukturisasi. Dia menyatakan bahwa kurikulum saat ini perlu dievaluasi, terutama dalam hal daya serap alumni di industri. Upah minimum 1,2 juta per bulan dan daya saing di tingkat regional, nasional, bahkan internasional menjadi tujuan yang dikejar oleh UPI.

Pak Dedi juga menekankan pentingnya partisipasi, kolaborasi, dan hasil evaluasi kurikulum yang sesuai dengan harapan. Acara dibuka dengan mengucapkan basmalah, dan Ibu Nenden kemudian memberikan acara kepada moderator, Ibu Isma Widiaty, untuk melaksanakan forum group discussion.

Dalam diskusi, beberapa pembicara mengemukakan beberapa poin penting, seperti:

Pembahasan Kurikulum:

  1. Visi Misi Prodi PKK: Ibu Mustika menyoroti bahwa visi tahun 2020 seharusnya sudah terlampaui pada tahun 2025. Dia juga menekankan perlunya mengacu pada ASIKKI dan mengevaluasi relevansi bidang peminatan secara nasional dan global. Beberapa narasumber menyarankan untuk mencari kerjasama yang lebih relevan.

  2. KKNI: Diskusi mencakup kaitan mata kuliah dengan KKNI dan perluasan kompetensi mahasiswa dalam mengajar dan berkarir di industri yang relevan.

  3. Kompetensi Mahasiswa setelah PPL: Masalah kompetensi mahasiswa yang perlu ditingkatkan setelah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dibahas. Ini mencakup kemampuan mahasiswa dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan penampilan mereka di kelas.

Kesimpulannya, diskusi tersebut menghasilkan berbagai saran dan ide untuk meningkatkan kurikulum Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga di UPI. Beberapa saran termasuk meningkatkan jam praktik, menyesuaikan mata kuliah dengan bidang pekerjaan yang relevan, memperkuat praktikum, dan mencari peluang kerjasama yang lebih aktif dengan pihak eksternal seperti industri dan lembaga terkait.

Acara FGD ini dihadiri oleh dosen, alumni, ketua Asosiasi, SMKN 14 Bandung, SMPN 3 Lembang, Tim Ahli Kurikulum UPI, ADGVI Jawa Barat, dan Dr. Ir. H. Dedi Rohendi, M.T. (Wakil Dekan Bidang Akademik FPTK UPI), serta Dinas Sosial Kota Bandung. Semua peserta berharap bahwa evaluasi ini akan membantu memperbaiki kurikulum program studi untuk mencapai tujuan yang lebih baik dan relevan dengan kebutuhan saat ini dan di masa depan.